SM3T Tinggalkan Pasaman Barat
https://tusrita.blogspot.com/2017/09/sm3t-tinggalkan-pasaman-barat.html
![]() |
| Sarjana Mendidik Daerah Terluar, Terdepan dan Tertinggal (SM3T) akhiri masa tugas di Pasaman Barat (foto BY) |
Artikel Lainnya
loading...
Bupati
Pasaman Barat menyerahkan pada Direktur
Pembinaan Sekolah tingkat menengah Kementerian
Pendidikan RI di Aula Kantor Bupati Pasaman Barat.
Baca: Maligi, Negeri Indah Jadi Magnet Investor
Baca: Maligi, Negeri Indah Jadi Magnet Investor
Kepala
Dinas Pendidikan Pasaman Barat Irwan mengatakan sebanyak 57 Sarjana yang diutus
Kementerian
Pendidikan RI ke Kabupaten Pasaman Barat. Diantaranya
19 orang tingkat Sekolah Dasar, 34 orang tingkat SLTA, 4 orang di Sekolah Luar
Biasa dan 2 orang di tingkat SMK.
Mereka telah mengabdi hampir satu tahun
lebih, dimulai
sejak tanggal 1 September 2016 dan berakhir pada tanggal 31 Agustus 2017.
Baca juga: Perampok Beraksi di Tarusan, Rp 38 Juta Uang Sopir Kampas Berpindah Tangan
Baca juga: Wartawan Pesisir Selatan Minta Kapolres Way Kanan Dicopot
Baca juga: Kasus First Travel, Polres Pesisir Selatan Buka Posko Pengaduan
Baca juga: Perampok Beraksi di Tarusan, Rp 38 Juta Uang Sopir Kampas Berpindah Tangan
Baca juga: Wartawan Pesisir Selatan Minta Kapolres Way Kanan Dicopot
Baca juga: Kasus First Travel, Polres Pesisir Selatan Buka Posko Pengaduan
Bupati
Pasaman Barat H.Syahiran mengucapkan
terimakasih pada Sarjana Mendidik Daerah Terluar, Terdepan dan Tertinggal atas
segala bentuk pengabdian diri serta ilmunya di dunia pendidikan selama hampir
satu tahun berada di Pasaman Barat, "Semoga memberikan perubahan dan
kemajuan bagi mutu pendidikan di Pasaman Barat
Semantara
itu, Direktur Pembinaan Sekolah Tingkat Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia
Adam Anas yang hadir mengatakan buruknya mutu dan kualitas pendidikan Indonesia
salah satu faktornya yakni kekurangan
guru yang diakibatkan pendistribusian yang tidak berimbang.
Baca juga: Ditahan Imbang Borneo FC, Tim Semen Padang Makin Terpuruk
Baca juga: Gempa Siberut Berpotensi Memancing Skala Lebih Besar
Baca juga: Masyarakat Tolak Toilet Berbentuk Rangkiang di Seribu Rumah Gadang
Baca juga: Ditinggal Sopir, Polres Pessel Amankan Truk Bermuatan Kayu
Baca juga: Ditahan Imbang Borneo FC, Tim Semen Padang Makin Terpuruk
Baca juga: Gempa Siberut Berpotensi Memancing Skala Lebih Besar
Baca juga: Masyarakat Tolak Toilet Berbentuk Rangkiang di Seribu Rumah Gadang
Baca juga: Ditinggal Sopir, Polres Pessel Amankan Truk Bermuatan Kayu
Termasuk, penempatan para lulusan PNS Guru
yang berorientasi lebih memilih mengajar di daerah perkotaan, daripada di
daerah terpencil. Juga,
guru yang mengajar tidak sesuai dengan bidang yang diajarkan, dan masih rendahnya
sebagian kualitas guru di daerah – daerah.
Ini merupakan penyebab masalah kurang majunya
kualitas pendidikan di Indonesia. “Maka
dari itu sesuai dengan intruksi presiden diharapkan para peserta SM3T diharapkan
mampu menjadi aktor dalam penerapan peningkatan kualitas mutu dunia pendidikan
kita, ke depannya terutama di daerah Terluar,
Terdepan dan Tertinggal,” ujarnya.
Baca juga: Gadis Lumpuh Itu, Akhirnya Dikunjungi Isteri Wabup Dharmasraya
Selain
para pejabat dan OPD terkait, juga turut hadir para pelajar tingkat Sekolah
Dasar dan SLTP sebagai perwakilan seluruh siswa yang ikut serta dalam pelepasan
para pengajar SM3T, yang juga ditandai dengan pelepasan balon oleh Bupati
Pasaman Barat, sebagai tanda telah berakhirnya masa pengabdian SM3T di Pasaman
Barat. (BY/The Public)
Baca juga: Kasus First Travel, Polres Pesisir Selatan Buka Posko Pengaduan
Baca juga: Kasus First Travel, Polres Pesisir Selatan Buka Posko Pengaduan
loading...
