Limapuluh Kota Berdarah, Bentrok Banyak Berujung Maut
https://tusrita.blogspot.com/2017/09/limapuluh-kota-berdarah-bentrok-banyak.html
![]() |
| Tedi Sutendi, salah satu korban cakak banyak di Pilubang (foto Wdiat/The Public) |
Baca: Ini Video Bentrok Berdarah Bersabung Nyawa di Pilubang
Apa gerangan yang terjadi?. Saat itu ba’da Zhuhur sebuah peristiwa berdarah yang berujung maut
tengah berkecamuk antar dua kelompok yang berasal dari kedua nagari disebutkan
diatas. Kedua kelompok itu berkelahi
mempergunakan senjata tajam.
Artikel Lainnya
loading...
Akibatnya,seorang warga Nagari Pilubang
yang bernama Erwin (45 ) mengalami luka
sobekan disekujur tubuhnya.Ia sempat dilarikan kerumah sakit Adnaan WD
Payakumbuh. Nyawanya tidak sempat diselamatkan lagi karena darahnya terlalu
banyak yang keluar.
Sementara dari pihak sebelah, yang berasal dari nagari Taram
dua orang juga mengalami luka tusukan
seperti halnya Erwin. Keduanya merupakan kakak beradik, masing-masing Tedi
Sutendi, sehari-hari anggota DPRD Limapuluh Kota, dan adiknya Tito.
Baca: Perampok Beraksi di Tarusan, Rp 38 Juta Uang Sopir Kampas Berpindah Tangan
Baca: Perampok Beraksi di Tarusan, Rp 38 Juta Uang Sopir Kampas Berpindah Tangan
Tedi Sutendi sendiri setelah mendapat
perawatan pertama di RS Ibnu Sina Payakumbuh, lalu ditujuk ke RS M. Djamil
Padang karena kondisinya saat itu cukup kritis. Sementara adiknya Tito tetap
dirawat di RS Ibnu Sina.
Kapolres Limapuluh Kota AKBP Haris Hadis ketika
dihubungawak media hari Minggu sore membenarkan peristiwa tersebut terjadi.,
Baca: Masyarakat Tolak Toilet Berbentuk Rangkiang di Seribu Rumah Gadang
Baca: Masyarakat Tolak Toilet Berbentuk Rangkiang di Seribu Rumah Gadang
Menurut Kapolres, saat ini sudah diperiksa
sejumlah saksi yang ada di lokasi saat peristiwa berdarah itu terjadi. “Untuk
sementara kita menyimpulkan kasus tersebut adalah perkelahian,” sebut Kapolres
AKBP Haris Hadis.
Kapolres belum bisa menyimpulkan apakah kasus
perkelahian itu berawal dari penyerangan. Yang pasti, di Tempat Terjadinya
Peristiwa (TKP) seorang anggota DPRD Limapuluh Kota, Tedy Sutendi, berencana
melakukan pembangunan jalan memanfaatkan dana pokir.
“ Tiba-tiba terjadi cekcok antara Tedy Sutendi
dengan warga Pilubang sehingga terjadi peristiwa berdarah itu dan mengakibatkan
seorang warga Nagari Pilubang bernama Erwin meninggal dunia. Sedangkan Tedy
Sutendi bersama adiknya Tito menderita luka bacok,” sebut AKBP Haris Hadis.
Dikatakan AKBP Haris Hadis, untuk saat ini
ketiganya kita sebut korban. Karena untuk saat ini pihak penyidik masih
melakukan pemeriksaan sejumlah saksi yang sedang berada di TKP.
Ini Video Bentrok Berdarah di Limapuluh Kota
loading...
