Ternyata Ini Sumber PAD Terbesar Kota Padang Panjang
https://tusrita.blogspot.com/2017/08/ternyata-ini-sumber-pad-terbesar-kota.html
![]() |
| RSUD Padang Panjang (foto Yet) |
Artikel Lainnya
loading...
Terkait devisit
anggaran RAPBD-P 2017 sekitar Rp150 miliar tadi, Wakil Walikota Mawardi menjelaskan
dalam rapat pleno DPRD yang dipimpin oleh Ketua DPRD, Novi Hendri itu, akan ditutup
dengan sisa lebih anggaran (Silpa) APBD tahun 2016 lalu.
Sementara itu di
segi pendapatan, rencana pendapatan RAPBD-P 2017 Kota Padang Panjang
berdasarkan berita terbaru dari pusat akan terjadi pemotongan subsidi sekitar satu
persen (atau sekitar Rp6 miliar). Pemotongan ini juga terjadi pada daerah lain
di tanah air.
Hal ini tentu akan
berdampak pada rencana belanja yang sudah disusun sebelumnya dalam KUA &
PPAS – APBD Perubahan 2017 sebesar Rp757,7 miliar. Solusinya Pemko bersama
DPRD perlu mengevaluasi kembali rencana belanja di RAPBD Perubahan 2017.
Sedang kontribusi
pendapatan asli daerah (PAD) mencapai Rp83,6 miliar, atau 13,66 % atas
pendapatan RAPBD-P 2017 Rp 607 milyar. Ini tertinggi kedua di Sumbar, setelah Kota
Padang yakni 20 %, sudah berada di posisi PAD viskal sedang (kontribusi PAD
atas APBD 16-30 %).
Untuk diketahui,
di tanah air kini sudah cukup banyak daerah mencapai PAD viskal sedang. Bahkan
ada yang capai PAD viskal tinggi (kontribusi PAD atas APBD di atas 30 %), diantaranya
Kabupaten Badung di Bali, dan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) di Jawa Barat.
Badung, Bali pada
2016 pendapatan APBD Rp 3,7 T, dari PAD Rp 2,7 T. Tangsel pada 2017 ini
pendapatan APBD Rp 3,2 T, dari PAD Rp 2,6 T. Badung yang berlimpah PAD itu
bahkan bisa menyumbang dana relatif besar untuk membantu pembangunan daerah tetangganya.
Kota Padang
Panjang pada 2017 ini dengan target PAD Rp 83,6 milyar itu, sumber terbesar
menurut Walikota adalah dari jasa layanan RSUD yakni Rp 42 milyar. Sisanya dari
puluhan obyek pajak daerah, retribusi daerah dan penerimaan sah PAD lainnya.
Sementara itu belanja
ditarget Rp 757,7 milyar, terbagi belanja tidak lansung (rutin) Rp 213,9
milyar, dan belanja lansung (pembangunan) Rp 544,3 milyar. Di belanja lansung terdapat
beberapa terobosan, antaralain pembangunan pasar pusat, Islamic Centre,
Rusunawa Unit-2, dan pendirian pabrik susu UHT.
Terkait rencana
pendirian pabrik susu UHT (Ultra Hight
Temprature) diajukan dengan anggaran sekitar Rp 800 juta pada pos Dinas
Pertanian. Program ini adalah solusi atas persoalan klasik produk susu sapi
perah di Padang Panjang yang hanya tahan satu-dua hari, karena diolah secara
manual (direbus).
Karena itu
produksi susu sapi perah Padang Panjang selama ini kerap bersisa di pasaran
bila tidak cepat terjual, petani kerap rugi. Jika produksi susu sapi perah
diolah lewat pabrik susu UHT, daya tahan bisa 6-8 bulan, masa pemasaran akan
panjang, dan bisa dipasarkan ke provinsi lain di Sumatera ini.(yetti harni).
loading...
