Jalan Putus, Pengendara Harus Cerdas Pilih Jalur Alternatif
https://tusrita.blogspot.com/2018/12/jalan-putus-pengendara-harus-cerdas.html
![]() |
| Jembatan Kayu Tanam yang ambruk (foto Ist) |
Wakil Ketua
DPRD Sumbar, Guspardi Gaus meminta dinas terkait bergerak cepat dalam mengatasi
ambruknya sejumlah jembatan di Kabupaten Padang Pariaman, menurutnya, jembatan
tersebut merupakan akses utama masyarakat untuk menuju beberapa provinsi
tetangga.
"Dalam
waktu dekat, dinas terkait harus membuat jembatan darurat yang dapat dilalui
oleh kendaraan bermotor agar tidak melumpuhkan aktivitas ekonomi antar
kabupaten/ kota, " ujarnya, Selasa
(11/12/2018)
Meski dalam
jangka pendek membuat jembatan darurat, lanjut Guspardi, dinas terkait harus memikirkan pembangunan
jembatan dengan sistem perencanaan yang lebih matang, jika jembatan tersebut
terlalu rendah dengan permukaan sungai, maka untuk pembangunan yang baru perlu
ditinggikan.
"Jembatan
yang putus di Daerah Kayu Tanam merupakan kewenangan pemerintah pusat, bagaimana pun harus diperbaiki perihal
anggaran juga harus diusahakan, " kata Guspardi.
Dia
menghimbau, dinas terkait terus
melakukan perawatan seluruh jembatan yang merupakan sarana penting untuk kehidupan
masyarakat. Jika perawatan dilakukan optimal, maka akan lebih memberikan rasa
aman bagi pengendara yang melintas.
"Kita
harus ambil pelajaran dari kejadian ini,
untuk itu seluruh jembatan harus dirawat optimal, " ujarnya.
Dia
menghimbau sebelum jembatan darurat dibangun,
masyarakat mesti melakukan perjalanan melalui jalan alternatif, salah
satunya adalah daerah Malalak. Kondisi saat ini, kata Guspardi jalan itu juga
rawan longsor, seharusnya sebagai jalan alternatif juga harus diperhatikan, kerena
dapat digunakan saat ruas jalan utama tidak dapat dilalui.
Sementara
itu, Anggota DPRD Sumbar daerah pemilihan (Dapil) Padang Pariaman M Nurnas menargetkan jembatan
darurat tersebut harus diselesaikan selama 10 hari, sehingga dapat membantu
melancarkan kembali aktivitas masyarakat.
"Kita
terus melakukan monitor terkait kejadian ini,
oleh karena itu dinas terkait harus bergerak sesegera mungkin agar tidak
terjadi hal yang lebih buruk lagi, "
ujarnya.
Berangkat
dari kejadian ini, lanjut Nurnas, pemerintah
daerah harus melakukan evaluasi karena air bah. Yang menghancurkan jembatan
tidak terjadi kali ini saja. Pada tahun 2013 juga terjadi kerusakan disebabkan
oleh air bah. Berangkat dari hal itu, butuh langkah penelusuran apa yang
terjadi pada hulu sungai.
Dia
menghimbau, ketika jembatan permanen telah dibangun sistem perawatan harus
sesuai dengan SOP, namun sistem aliran
air sungai juga harus menjadi perhatian.
"Ketika
pembangunan jembatan dilakukan dan aliran sungai deras, maka pengecekan berlaka
harus dilakukan antara dua unsur tersebut, " (Salih)
