Pengunjung Pantai Air Bangis Mengeluh, Ternyata Ini Penyebabnya
https://tusrita.blogspot.com/2017/06/pengunjung-pantai-air-bangis-mengeluh.html
![]() |
| Pantai Air Bangis, Pasaman Barat (foto Buyung) |
Namun, hal
tersebut seakan diabaikan oleh Pemerintah Pasaman Barat terhadap objek wisata
Pantai Air Bangis dan Pantai Pulau Pigago Nagari Air Bangis, Kecamatan Sungai
Beremas Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).
Sampah berserakan
hampir di sepanjang pantai. Bahkan, tumpukan sampah berada dimana - mana
seperti sampah plastik makanan siap saji dan botol plastik minuman mineral.
Di lokasi
Pantai Tugu Air Bangis bisa dipastikan tidak adanya tong sampah yang disediakan
oleh Pemkab Pasaman Barat. Petugas kebersihan juga tidak terlihat, untuk
mengakomodir sampah yang berserakan.
Sementara di objek
wisata Pulau Pigago yang terletak di gugusan pulau Air Bangis tak luput dari
persoalan sampah. Hampir di setiap sudut pantai hingga air laut tercemar oleh tumpukan
sampah. Pada kawasan ini, juga didominasi sampah plastik dan botol air mineral.
Tidak hanya persoalan
sampah, kebutuhan penunjang lainya seperti MCK tempat ganti pakaian jauh dari
layak di Pulau Pigago ini. Malahan hanya seadanya, berdinding terpal dan
susunan pelepah pohon Kelapa. Padahal kebersihan menjadi tolak ukur bagi para
pengunjung yang datang berlibur ke objek wisata tersebut.
Rudi Anggara
pengunjung asal Ranah Batahan mengatakan pihaknya tiap tahun menjadikan objek
wisata Pantai Air Bangis dan Pulau Pigago tempat berliburan setelah lebaran
hari raya. Namun sayang, tiap tahun masalah sampah belum bisa ditangani
pengelola maupun masyarakat setempat. Belum lagi minimnya kamar MCK di objek
wisata panrai. Jika di biarkan seperti ini takutnya pengunjung tak ingin berlama
- lama berkunjung kembali ke Pantai Air
Bangis.
Tak Jauh beda
Rudy Solomon mengaku kecewa dengan kondisi kebersihan yang ada di Sepanjang
Pantai Air Bangis. Sampah berserakan dimana - mana pantai yang indah terlihat
kumuh ulah sampah yang bertebaran. Belum lagi fasilitas MCK dan kamar ganti
minim. Kalaupun ada terlihat hanya asal ada. “Jika ini dibiarkan, wisatawan
enggan berkunjung kembali,” ujarnya.
Salah seorang mahasiswa bidang Pariwisata Andi
Martaon mengatakan Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pariwisata Pasbar mestinya tahu
akan tupoksi dalam rangka menjadikan Pasbar sebagai tujuan Pariwisata. “Jika
persoalan kebersihan diabaikan, apalagi minimnya sarana penunjang seperti MCK,
wisatawan akan enggan berkunjung ke Pasbar. Ini mesti sebagai catatan bagi
Pemkab Pasbar jika ingin memajukan dunia pariwisata mesti di benahi ke depan,”
ujarnya. (Buyung)
