Lebaran Datang, Omset Pedagang Ini Malah Turun
https://tusrita.blogspot.com/2017/06/lebaran-datang-omset-pedagang-ini-malah.html
![]() |
| Pedagang Pasar Tarusan (foto ss) |
Namun, waktu
lebaran yang nyaris bersamaan dengan tahun pelajaran baru membuat menimbulkan
dilema bagi sebagian besar masyarakat. Mereka harus memilih antara kepentingan pendidikan dengan
keinginan merayakan lebaran. Pada akhirnya, salah satu harus dikorbankan atau
bisa juga mengurangi salah satu demi memenuhi kebutuhan yang lain.
Artikel Lainnya
Baca: Ini Bentuk Kreatifitas Bocah di Jalan Mulus
Baca: Nikmatnya Lamang Durian, Malahan Jadi Idola Lebaran Tahun Ini
Artikel Lainnya
loading...
Baca: Ini Bentuk Kreatifitas Bocah di Jalan Mulus
Baca: Nikmatnya Lamang Durian, Malahan Jadi Idola Lebaran Tahun Ini
Darmilis (52)
warga Tarusan mengaku tidak begitu peduli dengan tetek bengek lebaran, lantaran
harus memenuhi kebutuhan sang buah hati untuk pendidikan. “Anak saya memang
sering menyebut baju lebaran. Tapi selalu saya beri pengertian, bahwa kita juga
butuh biaya untuk beli buku dan pakaian sekolah,” ujar lelaki yang berprofesi
sebagai petani ini.
Baca juga: Luarbiasa, Anak TPQ Ini Mahir Tiga Bahasa
Baca juga: Luarbiasa, Anak TPQ Ini Mahir Tiga Bahasa
Anto (30)
salah seorang pedagang pakaian di Pasar Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan juga
merasakan terjadinya penurunan omset tahun ini. Menurutnya, berbeda dengan Idul
Fitri sebelumnya omset penjualan baju di idul fitri 1438 H ini jauh menurun. “Biasanya
10 hari ke lebaran omset penjualan antara Rp5 sampai Rp7 juta per hari. Namun saat
ini untuk mendapatkan Rp2 juta saja susah," ujarnya, Selasa (27/6/2017).
Menurutnya,
turunnya omset bisa jadi, semua sektor kini mengalami kesulitan. Baik sektor
pertanian, perdagangan dan lainnya. Mereka lebih memilih menggunakannya uang
yang ada untuk memenuhi kebutuhan pokok, toh palingan baju baru untuk anak anak
mereka yang biasa di belikan 3 setel sekarang hanya bisa 1 setel. "Pelanggan
saya selalu mengeluh kehidupan susah, lauk indak kanai, padi indak mandapek,
jualan indak jalan dan banyak lagi alasannya,” tambah Anto.
Anto pun
berharap semoga tahun depan omsetnya bisa bertambah dibandingkan tahun ini. “Inilah
kehidupan real yang sedang dijalani banyak masyarakat, tidak semua apa yang
kita lihat seperti itu adanya malahan dibalik apa apa mereka tampilkan berbanding
terbalik,” ujarnya.
Meskipun omset penjualannya berkurang namun Anto
tetap bersyukur. Apalagi, dengan kondisi saat ini, dia bisa meraih keuntungan
dalam berjualan. “Kita tetap bersyukur, lantaran masih bisa memenuhi kebutuhan,”
ujarnya.
