Isi Masa Reses ke Dapil, Ketua DPRD Padang Disambut Meriah
https://tusrita.blogspot.com/2018/02/isi-masa-reses-ke-dapil-ketua-dprd.html
![]() |
| Ketua DPRD Padang, Elly Trisyanti meninjau jalan yang belum di beton (foto S.Bulih) |
Ketua DPRD Kota Padang, Elly Trisyanti mendatangi Masjid Al Quwait, Banuaran Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Jum'at (9/2/2017) siang.
Kedatangan
Ketua DPRD Padang ini dalam rangka kunjungan lapangan ke daerah pemilihan dalam
rangka mengisi reses pertama tahun 2018.
Kehadiran
Ketua DPRD Perempuan pertama di Kota Padang ini disambut hangat para jamaah
yang sebagian besar kaum ibu tersebut.
![]() | |||||||
| Ketua DPRD Padang, berdiskusi dengan Camat Lubuk Begalung |
Ketua Masjid
Al Quwait, Saribulih dalam sambutanya mengatakan kehadiran ketua DPRD di
Komplek Perumahan Mitra Utama ini diharapkan menjadi solusi terhadap
persoalan-persoalan masyarakat.
Menurut
Saribulih, yang juga Ketua RT 04 RW 11 ini, persoalan paling krusial adalah
jika terjadi hujan satu jam saja. Maka genangan air tumpah ke jalan sampai 2
hari. Lantaran kawasan ini menjadi hilir riol dari pasar pagi Parak Laweh.
Tragisnya, sampah dari berbagai jenis ikut terbawa dan menghambat saluran riol.
Sementara riolnya pun sudah sangat dangkal.
Ini ujar
Saribulih, sudah masuk Musrenbang sampai ke tingkat kecamatan setiap tahun.
Namun, dalam pembahasan di DPRD, selalu hilang entah kemana.
"Alhamdulillah, dalam Musrenbang kecamatan tahun 2018 ini, masuk prioritas
utama. Kami berharap ini tidak hilang lagi dalam pembahasan," ujarnya.
![]() |
| Menyerahkan bantuan pada Majelis Taklim |
Hal lain ujar
Saribulih, masih ada jalan lingkung yang belum dibeton di komplek ini.
Tragisnya, jalan tersebut berada di lingkungan masjid.
"Jalan
ini sudah 2 kali diukur oleh dinas terkait. Namun, baru sebatas diukur tanpa
ada realisasi," ujarnya.
Hal lain yang
membanggakan menurut Saribulih, kepedulian masyarakat masih cukup tinggi di
perumahan ini. Ini dibuktikan dengan ramainya warga melaksanakan Goro bulanan.
"Memang ada warga yang tidak bisa hadir, namun isteri ikut berpartisipasi
menyediakan makanan ringan untuk mereka yang gotong royong," ujarnya.
Begitu juga
dalam hal pembangunan masjid, mereka saling bahu membahu. "Itu sebabnya
pengurus tidak begitu gamang melanjutkan pembangunan fisik masjid. Alhamdulillah,
pembangunan teras sudah hampir rampung, Saat ini kondisi keuangan memang sudah
memprihatinkan, lantaran minus mencapai puluhan juta. Ke depan, kita tetap
melanjutkan pemagaran, dengan angggaran kurang lebih Rp17 juta," ujarnya.
Sementara,
Camat Lubuk Begalung, Rosail Akhyari dalam sambutannya mengapresiasi kehadiran
Ketua DPRD ke tengah warga kali ini, khususnya di Lubuk Begalung.
“Apalagi Ibu
Ketua DPRD berpengalaman dan punya kemampuan manajemen, kami harap bisa
ditransfer ke warga di Lubeg ini,” ujar camat.
![]() |
| Mengunjungi riol |
Menariknya,
kehadiran Elly Trisyanti betul betul dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan
uneg-uneg.
Deliwati
selaku Ketua RT 05 RW 11 menyampaikan aspirasi tentang drainase yang belum
memadai dan pihak Pemko hanya mengukur jalan saja yang kurang dari 1 km2. “Terus
warga di sini sangat berharap realisasi fasum seperti masjid ini jalan dan
drainasenya masih belum memadai yang bisa mengganggu umat beribadah jika hari
hujan air tergenang dan banjir Sudah 10 kali proposal diusulkan,” ujar
Deliwati.
Ketua Majelis
Taklim Al Quwait, Zetri Murni menyampaikan aspirasi supaya Tahfidz Qur'an bisa
gratis bagi keluarga kurang mampu dan bagi anak yatim. "Kemana mereka bisa
menyampaikan proposal untuk memperoleh bantuan tersebut," ujar Zetri yang
juga salah satu kader Posyandu kelurahan tersebut.
Menariknya,
Ketua Majelis Taklim Kelurahan Banuaran, Hj. Rahmadani justru meminta pada
Ketua DPRD untuk membantu pengadaan Rabana Masjid Al Quwait. "Saya
berharap Ibu Ketua membantu pengadaan Rabana masjid ini. Karena satu satunya
yang belum memiliki. Karena memang Majelis Taklimnya belum lama berdiri.
Apalagi, kita dalam waktu dekat akan melaksanakan festival Rabana," ujar
perempuan berusia 82 tahun yang akrab dipanggil Elok ini.
![]() |
| Ketua DPRD Padang menerima aspirasi warga |
Bak gayung
bersambut, Ketua DPRD Kota Padang langsung mengeluarkan 15 lembar uang 100
ribu. "Saya sangat bangga dengan Ibuk Elok. Walau sudah tua namun tetap
melibatkan diri dalam kegiatan masyarakat. Untuk itu saya akan bantu rabana
tersebut pada saat ini juga," ujarnya sambil menyerahkan uang Rp1,5 juta
pada Ketua Majelis Taklim Banuaran.
Menyikapi
keinginan warga, Elly mengatakan usulan masyarakat tersebut bisa disampaikan
melalui Musrenbang. Namun, juga bisa ditampung melalui Pokok Pikiran (Pokir)
anggota dewan. "Jika keuangan kota memadai maka bisa direalisasikan
langsung," ujarnya.
Dia juga
menyarankan, agar membuat proposal. Dengan catatan organisasi tersebut sudah di
SK-kan dari kelurahan dan terdaftar pada Bagian Kesra Pemko Padang.
Terkait
Tahfidz Qur'an, Elly akan menyampaikan ke Kemenag untuk di subsidi. "
Tahfidz ini penting, jika memang ada yang tidak mampu membayar Rp.50 ribu per
bulan, kita akan carikan jalan keluarnya," ujar Elly.
Elly
Thrisyanti, mengatakan dirinya merupakan penyambung lidah masyarakat,
menyampaikan aspirasi dan mendengarkan segala yang di keluhkan demi pembangunan
Kota Padang, “Sebagai pemangku amanah, saya akan terus bersilaturahmi dengan
masyarakat. Harus bertanggungjawab dengan amanah yang diterima. Menjemput
aspirasi dari segala bidang untuk disampaikan pada Pemko Padang agar bisa
dieksekusi dan direalisasi,”ujar Elly.
Ketiga,
menurut Elly Thrisyanti reses mengevaluasi kinerja Pemko Padang pada daerah
pemilihan. Selain itu bisa dituangkan dalam pokok pikiran anggota dewan dan
kegiatan lain yang ada pada pemerintah kecamatan dan kelurahan
Reses Elly
Thrisyanti dihadiri Camat Lubuk Begalung, Lurah Banuaran, Ketua RW dan beberapa
RT kelurahan. Juga hadir, Ketua Majelis Taklim Kelurahan Banuaran, Ketua dan
Anggota Majelis Taklim Masjid Al Quwait, Kelompok Senam Banuaran dan Jamaah
Masjid Al Quwait yang juga warga Perumahan Mitra Utama Banuaran.
![]() |
| Media TV juga ikut meliput kegiatan reses |
Peninjauan
juga dilakukan ke riol yang telah mengalami pendangkalan. Padahal, riol
tersebut merupakan drainase utama dari Pasar Pagi, Kelurahan Parak Laweh Pulau
Aie. "Ini bisa menimbulkan penyakit jika tidak segera ditangani. Kita
minta Dinas PUPR harus melakukan perbaikan. Karena kondisi riol ini sudah
sangat parah sekali," ujarnya.(Adv)






