Mau Tahu Alek Bakajang, Hanya Ada di Nagari Gunuang Malintang
https://tusrita.blogspot.com/2017/07/mau-tahu-alek-bakajang-hanya-ada-di.html
![]() |
| Alek Bakajang di Nagari Gunuang Malintang (foto WBA) |
Limapuluh Kota - Ribuan pengunjung memadati Alek Bakajang di Nagari Gunuang
Malintang, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota. Kegiatan
ini dilaksanakn selama Lima Hari, Rabu-Minggu(28-2/7/2017).
Pada kegiatan itu, ikut hadir Bupati Limapuluh Kota, Irfendi
Arbi, anggota DPRD DEapil setempat, Kepala-kepala OPD Limapuluh Kota,
diantaranya, Plt Dinas Pendidikan, Indrawati, Kasatpol PP, Nasriyanto, pemangku
adat, niniak mamak, serta tamu undangan lainnya.
Baca: Kerjasama Susun RUP Dengan Unand, Padang Panjang Siap Berpacu
Baca: Kerjasama Susun RUP Dengan Unand, Padang Panjang Siap Berpacu
loading...
Wali Nagari Gunuang Malintang, Wido Putra mengatakan,
Tradisi bakajang ala anak Nagari Gunuang Malintang ini merupakan kegiatan
menyambut Bulan Syawal 1438 Hijriyah di Kenagariannya.
Kegiatan ini, merupakan tradisi anak nagari yang sudah
berlangsung secara temurun di Nagari Gunuangmalintang. Konon, tradisi adat ini
berkembang dari cerita rakyat hingga terus dilestarikan hingga kini. "Ini
kegitan rutin yang dilaksanakan anak nagari Gunuang Malintang dalam menyambut
hari raya idul fitri, tujuannya untuk mepererat tali
silahturahmi,"ujarnya.
Baca: Indahnya Tambua Tasa Pengiring Randai
Baca: Indahnya Tambua Tasa Pengiring Randai
Hari pertama pembukaan, dimulai dengan tradisi
"Manjalang Mamak", yang diikuti seluruh pemuda beserta anak nagari ke
empat istano penghulu di limbago adat nagari setempat.
Mereka antara lain, Dt Paduko Rajo, Dt Sati, Dt Bandaro
serta Dt Gindo Simarajo. Adapun terakhir, yang dikunjungi ialah kepala
pemerintahan nagari dan alim-ulama. Dalam prosesinya, para pemuda anak nagari
bersama bundo kanduang, membawa wejangan makanan(jamba) yang dibawa menggunakan
dulang.
Di aliran Batang Maek, sebanyak lima buah perahu sudah
disulap para pemuda di empat Jorong menjadi kapal berkuran besar. Kapal-kapal
tersebut dirancang berbagai bentuk, menyerupai kapal feri.
Baca: Islamic Center di Pintu Rimbo, Ini Tanggapan Masyarakat Pasaman
Baca: Islamic Center di Pintu Rimbo, Ini Tanggapan Masyarakat Pasaman
Ribuan anak nagari serta perantau, terlihat berhamburan ke
Sungai Batang Maek, didalam sungai itu terdapat sampan yang tadinya sudah
dimodifikasi menyerupai kapal veri atau juga disebut dengan Kajang. Pada kesempatan itu, Bupati irfendi Arbi juga
berkesempatan berlayar mengunakan Kajang mengelilingi sungai Batang Maek,
Sabtu(1/7), sebelum tradisi ini ditutup esok harinya.
Dikatakan Bupati, tradisi 'bakajang' di nagari
Gunuang Malintang ini merupakan salah satu icon seni budaya masyarakat di
Limapuluh Kota. Untuk itu, pihaknya terus mendorong semua pihak agar terus
melastarikan budaya ini.( wba ).Baca juga:
loading...
