Ketua DPRD Berwacana, Masyarakat Pessel Langsung Mendemo
https://tusrita.blogspot.com/2017/07/ketua-dprd-berwacana-masyarakat-pessel.html
![]() |
| Demo Masyarakat Pessel menuntuk pencopotan Ketua DPRD (foto Niko) |
Aksi demo
damai yang dilakukan masyarakat yang juga melibatkan unsur niniak mamak atau
kerapatan adat nagari tersebut menyampaikan mosi tidak percaya kepada Dedi
Rahmanto sebagai Ketua DPRD Pessel.
Mereka
menuntut agar Ketua DPRD setempat mundur dari jabatannya. Dan mendesak Ketua
Badan Kehormatan DPRD Pessel membantuk majelis etik badan kehormatan terkait
pernyataan dan dampak etik untuk melakukan pemeriksaan kepada Dedi Rahmanto dan
memberi sanksi pencopotan jabatan selaku Ketua DPRD Pessel.
Artikel Lainnya
loading...
Aksi demo ini
berawal atas pernyataan wacana yang dilontarkan oleh Dedi Rahmanto untuk
memindahkan Ibukota Kabupaten Pesisir Selatan ke Kambang, Kecamatan Lengayang.
Setelah
dikonsumsi publik dan terbit diberbagai media elektronik,ternyata menimbulkan
reaksi yang tak lazim. Terjadi perihal pro dan kontra.
Baca juga: Tarok City di Deklarasikan, Ada Apa?
Baca juga: Tarok City di Deklarasikan, Ada Apa?
Yuliardi,salah
satu perwakilan masayarakat yang memimpin aksi demo menyatakan bahwa pernyataan
atau ungkapan yang disampaikan Ketua DPRD yang terhormat itu,katanya telah
menimbulkan keresahan ditengah kehidupan masyarakat.
Dia
menyebutkan masih banyak hal lain yang harus dipikirkan selain sibuk berwacana
untuk pemindahan Ibukota Kabupaten.
"Akan
menghabiskan banyak uang dalam mewujudkan itu. Dari mana uangnya. Belum tentu
juga di Kambang akan berdiri bangunan Kantor DPRD yang megah seperti di Painan
saat ini. Jadi jangan asal bicara. Ini warning dari kami,"ujarnya.
Baca juga: Meninggal, Isteri Nelayan Asal Nias Dapat Santunan Rp160 Juta
Baca juga: Meninggal, Isteri Nelayan Asal Nias Dapat Santunan Rp160 Juta
Pantauan di lokasi,masyarakat
pendemo heboh dan berteriak keras supaya Dedi dicopot dari jabatannya.
Masayarakat
heboh tapi tidak anarkis. Mereka bersorak sambil melambaikan spanduk berisikan
ragam tulisan "Copot Jabatan Ketua DPRD, kami tidak butuh pemimpin
provokator, " Sibuk berwacana Rakyat sengsara dan DPRD kurang karajo.
Tuntutan lain
yang disampaikan dalam orasi disebutkan bahwa terkait wacana pemindahan Ibukota
itu, sehendaknya Ketua DPRD mencabut pernyataannya yang telah dikonsumsi oleh
publik serta menyatakan permintaan maaf di media cetak dan elektronik
berturut-turut selama tiga hari karna apa yang disampaikannya telah menjadi
sesuatu yang meresahkan masayarakat Painan.
Baca juga: Piala Asia U-23, Ditahan Imbang Thailand, Timnas Indonesia Tersisih
Baca juga: Piala Asia U-23, Ditahan Imbang Thailand, Timnas Indonesia Tersisih
Sekitar
setengah jam berorasi didepan kantor DPRD, akhirnya,Ketua DPRD setempat Dedi
Rahmanto menghadapi warga pendemo secara jentel.
Ia telah
melakukan permintaan maaf didepan warga. Wacana pemindahan ibukota Kabupaten ke
Kambang memang murni pendapat ia pribadi. Namun terangnya, hal itu bukan ada
maksud dan tujuan lain,tetapi lebih kuat dalam kepentingan peningkatan pelayanan publik didaerah itu.
mengingat kondisi daerah yang terbentang panjang dari Siguntur hingga Silaut.
Dedi
mengatakan menyambut baik tentang demontrasi yang dilakukan warga. Kalau soal
dirinya dilaporkan kepada Badan Kehormatan tentang etik atau tidak etikknya ia
memberikan pendapat biarkan dilalui dengan proses yang berlaku." Mana
pointnya saya melanggar etik, tentu harus ada kajiannya. Ini biarkan berjalan
dengan proses"ulasnya ketika diwawancarai wartawan di ruang rapat
paripurna DPRD Pessel setelah mendengar aspirasi beberapa tokoh masyarakat yang
berdemontrasi.
Baca juga: Semen Padang Hajar Arema, Marcel Kembali Cetak Gol
Baca juga: Semen Padang Hajar Arema, Marcel Kembali Cetak Gol
Selain itu,
Dedi juga menekankan telah mencabut pernyataan dan permintaan maaf kepada warga
melalui media yang sama tentang wacana pemindahan Ibukota Pessel. " Jika
apa yang saya sampaikan menimbulkan keresahan masyarakat,saya telah minta maaf
dan mencabut pernyataan pribadi saya tersebut kepada media yang sama. Dan kalau
saya dituntut mundur dari jabatan. kembali lagi kepada masyarakat. Belum tentu
semua warga yang setuju, misalnya kalau ditanya satu persatu"tambahnya.
Sementara,
Yuliardi dan beberapa perwakilan tokoh masyarakat Painan menyampaikan aspirasi
secara langsung kepada Ketua DPRD dan bebarapa anggota DPRD lintas fraksi dan
komisi.
Berulangkali
dikatakan Yuliardi bahwa Ketua DPRD dan anggotanya selaku wakil rakyat jangan
sembarang bicara. "Ini perlu kami tekankan. Agar kemudian hari tidak
terjadi hal yang sama. Hari ini ketua DPRD yang berbicara,besok-besok bisa jadi
anggota dewan lainnya. Jadi tingkatkan kinerja lembaga DPRD untuk mewakili
rakyat,dan jangan hanya berwacana"pungkasnya.
Aksi demo
tersebut berakhir sekitar pukul 14.00 Wib. Dengan menyerahkan tiga tuntutan
yang telah disampaikan serta penyerahan laporan kepada Badan Kehormatan DPRD
Pessel melalui wakilnya,Yusli Mardan.
Selain itu, Ketua DPRD juga akan dilaporkan
kepada DPD dan DPP Partai Golkar yang tengah diusungnya. Menuntut untuk
memberhentikan Dedi dari organisasi kepartaian. (niko).Baca juga:
loading...
