Kerjasama Susun RUP Dengan Unand, Padang Panjang Siap Berpacu
https://tusrita.blogspot.com/2017/07/kerjasama-susun-rup-dengan-unand-padang.html
![]() |
| Sesudut wajah kota Padang Panjang dengan latar Bukit Tui di selatan kota yang menyimpan kekayaan deposit batu kapur. (foto yetti harni) |
loading...
Catatan The Public atas beberapa penelitian, seminar dan diskusi
terkait di kota itu sejak 1980-an, Kota Padang Panjang selain memiliki beberapa
potensi sumber daya alam (SDA), juga kaya akan potensi non-SDA (lihat tabel;
Ini diantara potensi Padang Panjang).
Di segi SDA, misalnya, terdapat kekayaan deposit batu kapur sekitar 100
juta ton di Bukit Tui, tepi selatan kota ini. Dan itu mutunya sangat bagus,
seperti diungkap oleh Prof.J.Katili, pakar geologi asal Makasar pada 1987;
hasil seminar 1989; dan hasil labor Cimprogetty, Italia 2005.
Lantaran mutunya yang bagus itu, seminar 1989 merekomendasikan batu
kapur Bukit Tui bisa untuk bahan baku puluhan jenis industri hilir terkait,
mulai dari semen, cat tembok, pasta gigi sampai lipstik wanita. Sebuah potensi
luar biasa untuk kota kecil berpenduduk 52.000 jiwa.
Salahsatu saran yang pernah muncul terkait ini ialah dirikan pabrik
tepung kapur 300 dan 500 mess di Padang Panjang. Nanti, selain produknya akan
ramai dipesan, juga bisa menarik pebisnis membuka industri hilirnya di sini.
Terus, tenaga kerja akan banyak terserap, ekonomi kota pun akan naik.
Namun untuk mengeksploitasinya, seperti disebut oleh Ewasoska dan Kadis
Kopdag & UKM setempat, Arpan, tidak mudah. Sebab, terutama sebagian
arealnya di hutan lindung, sebagian lain di kawasan lindung. Hal inilah yang
diupayakan Pemko ke pusat mengubahnya jadi area tambang.
Terkait lokasi industri kapur, pernah muncul pemikiran di penghujung
jabatan Walikota Achjarli (1988-1993), yakni alihkan lokasinya ke balik selatan
Bukit Tui. Di situ ada hamparan cukup luas (bekas sawah liek) untuk lokasi
industrinya, dan lokasinya pun cukup jauh dari pemukiman kota.
Masih terkait potensi SDA, tepatnya di sektor pertanian, salah satu
peluangnya seperti juga disebut oleh Kadis Pertanian kini, Syahdanur, yakni
usaha sapi perah. Sebab, pada perjanjian kerjasama Pemerintah RI – New Zealand
2016-2026 kota ini jadi pusat pengembangan sapi perah di Sumatera Barat.
Sementara pada potensi non-SDA, salah satu peluang mendirikan sekolah
dan perguruan tinggi (PT) baru. Peluang ini menurut Dr.Desmon dari Kadis
Pendidikan setempat, karena inputnya bukan saja dari kota pelajar ini dan
hinterlandnya, tapi juga dari 18 daerah lain di Sumatera Barat, Sumatera dan
luarnya.
SMP Hikmah didirikan oleh pengusaha Ali Usman Syuib bersama beberapa
rekannya sejak 2009 juga melihat potensi kota pelajar tadi. Bahkan, karena
muridnya ramai dari dalam dan luar Sumbar, pada 2018 datang juga akan buka SMA
Hikmah. kata Ali kepada The Publik, Juni lalu.
Contoh peluang investasi lain adalah di penyediaan rumah pegawai
negeri, BUMD, BUMN, swasta dan warga. Sebagai gambaran, dari pegawai Pemko saja
pada 2004 silam terdaftar 1.114 orang mengajukan kredit rumah pola rumah
tunggal. Tapi belum terpenuhi, karena kesulitan tanah lokasi.
Masalah tanah, seperti kerap muncul di Rakor PMD dan diskusi terkait
kota itu sebelumnya, jadi kendala utama investasi. Sebab, lahan kosong di kota
kecil (luas 23 KM2, penduduk 52.000 jiwa) ini semakin terbatas. Itupun umumnya
tinggal sawah 630 Ha, tanah erpah 45 Ha, plus sedikit tegalan.
Solusi ke depan, pembangunan perumahan, pertokoan, sekolah/PT dan
asrama pelajar di Padangpanjang perlu bertingkat (vertikal) dilengkapi
basement. Seperti perumahan, perlu pola Rusunawa untuk masyarakat ekonomi
menengah ke bawah, dan apartemen untuk menengah ke atas.
Sedang terkait perizinan, Kadis PM & PTSP (Penanaman Modal dan
Pelayanan Perizinan Satu Pintu), Ewasoska, menyebut sesuai Perda, prosesnya
mudah dan cepat. Kecuali jika persyaratan administrasinya belum lengkap, tentu
perlu dilengkapi, katanya.(yetti harni).
Baca juga:
loading...
loading...
