Bencana Tanah Longsor Hantam Batang Barus
https://tusrita.blogspot.com/2016/08/bencana-tanah-longsor-hantam-batang.html
Bencana banjir nyaris mengepung
beberapa tempat di Kota Padang dari Selasa (23/8/2016) malam hingga Rabu,
(24/8/2016) siang. Para petugas Penanggulangan Bencana dan relawan kemanusiaan
terus bekerja untuk memberi bantuan pada para korban. Pada beberapa titik jalan
juga terhambat, akibat beberapa pohon pelindung tumbang.
Bahkan, hal yang lebih parah
terjadi di Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok. Hujan
deras disertai badai telah menimbulkan longsor di Bukit Subang, Jorong Lubuk
Selasih, Rabu (24/8) sekitar pukul 18.30 WIB. Longsor menutup akses jalan
menuju Bukit Subang dan d 36 jiwa harus diungsikan ke lokasi yang aman.
Sebagaimana dilansir Spirit Sumbar Wali Nagari Batang Barus, Syamsul
Azwar terus berupaya mengerahkan warga untuk memberikan pertolongan. Namun dia
mengaku sulit mengevakuasi warga karena badan jalan dipenuhi lumpur. “Kita
khawatir terjadi banjir bandang, makanya warga sementara dievakuasi dari
kediamannya yang berada di Bukit Subang,” ujarnya.
Namun, belum lagi usai penanganan
di Bukit Subang, giliran Dusun Rawang yang diterjang longsor. Dusun yang juga
terletak di Jorong Lubuk Selasih ini tidak hanya menutup badan jalan Solok –
Alahan Panjang. Tapi, juga menerjang rumah warga.
“Diprediksi 4 atau 5 warga
terseret kedalam lumpur itu. Warga secara manual mengais tumpukan lonsor dengan
perkakas seadanya. Hingga fajar buta evakuasi tetap diupayakan,” ujar Syamsul
Azwar, melalui akunnya Kamis (25/8/2016) pagi.
Syamsul dengan wajah sedih
menceritakan peristiwa naas yang menimpa warganya. Menurutnya, usai penanganan
bencana di Dusun Rawang, masyarakat kembali dikejutkan hentakan gempa yang
diikuti cuaca yang mengerikan. Angin kencang disertai hujan deras, menyebabkan
aliran listrik terputus dan kabel listrik berserakan dijalanan. Tragisnya
sinyal seluler yang diharapkan sebagai pembantu komunikasi juga menghilang.
“Mengerahkan warga terasa sulit, lantaran sinyal menghilang dan masyarakat
terjebak dalam kegelapan,” Syamsul Azwar.
Saat dihubungi via seluler, Kamis
(25/8/2016) siang belum didapat khabar pasti terhadap para korban. Karena,
sambungan ke nomor Syamsul masih tidak jelas dan terputus-putus. “Dua baru
ditemukan,” ujarnya dan hubungan telepon langsung terputus-putus.
Sumber: SpiritSumbar.com
